Mengharapkan imbalan atas kesalahan? Sialan.
Dikira saya bodoh, heh jangan bikin heboh.
Ingin jodoh?
Kenapa sekarang berbeda pandangan? Basian.
Bukannya mau mencemooh, tapi saya capek tergopoh-gopoh.
Coba ingat perkataan:
Kamu pikir saya lawan? Katanya kawan.
Disini saya yang korban. Gembelengan!
goresan pikiran. ide-ide pasaran. jeritan. himbauan. kepenatan. sesuatu yang tersimpan.
Selasa, 24 Agustus 2010
Minggu, 22 Agustus 2010
SEPATAH, DUA PATAH, TIGA KATA-KATA PATAH
"Wahai orang-orang yang sedang mencoba beriman, sesungguhnya apa yang sedang kalian kerjakan untuk dunia akhirat hanya akan membuat kalian sekarat.
Untuk apa berbuat baik jika ingin timbal balik?
Bukankah semua agama mengajarkan kita untuk ikhlas dalam beraktivitas?
Bukankah semua hal harus didasari niat benar dan tidak ada sekalipun intensitas untuk berlaku tidak wajar?
Jika memang selama ini yang kalian lakukan semata-mata hanya untuk masuk surga, apa bedanya dengan berbuat dosa?
Pada akhirnya hanya tempat kan yang diperebutkan? Bedanya surga pakai kipas angin, sementara neraka panas dingin.
Namun seiring berjalannya waktu; di akhir; semua kalian pasti akan menyatu.
Jadi untuk apa berlomba-lomba untuk masuk surga? Semestinya kalian berlomba-lomba untuk mendamaikan dunia.
Maka mulailah kalian untuk menyadari bahwa dunialah yang tak bisa kalian hindari. Selanjutnya jalankan misi pembenaran diri, lalu kemudian lakukan semua benar-benar dari hati.
Sesungguhnya orang yang bersungguh-sungguh lah yang akan ampuh melawan rapuh dunia dan akhirat. Bukan untuk imbalan, bukan juga untuk bernasib sialan, tetapi ini semua untuk masing-masing kalian."
Untuk apa berbuat baik jika ingin timbal balik?
Bukankah semua agama mengajarkan kita untuk ikhlas dalam beraktivitas?
Bukankah semua hal harus didasari niat benar dan tidak ada sekalipun intensitas untuk berlaku tidak wajar?
Jika memang selama ini yang kalian lakukan semata-mata hanya untuk masuk surga, apa bedanya dengan berbuat dosa?
Pada akhirnya hanya tempat kan yang diperebutkan? Bedanya surga pakai kipas angin, sementara neraka panas dingin.
Namun seiring berjalannya waktu; di akhir; semua kalian pasti akan menyatu.
Jadi untuk apa berlomba-lomba untuk masuk surga? Semestinya kalian berlomba-lomba untuk mendamaikan dunia.
Maka mulailah kalian untuk menyadari bahwa dunialah yang tak bisa kalian hindari. Selanjutnya jalankan misi pembenaran diri, lalu kemudian lakukan semua benar-benar dari hati.
Sesungguhnya orang yang bersungguh-sungguh lah yang akan ampuh melawan rapuh dunia dan akhirat. Bukan untuk imbalan, bukan juga untuk bernasib sialan, tetapi ini semua untuk masing-masing kalian."
PLAGIARISME
Akal buntu.........................................................
Otak tumpul......................................................
Ide null..............................................................
Salah siapa?
Saya yang menjiplak?
Atau kamu yang tidak bijak?
Tertangkap sudah.
Kenapa? Memangnya saya tidak bisa diasah?
Ini bukan kelakuan orang pasrah, tapi nasib sudah kepalang basah.
Lain waktu, jika lagi buntu, dan tak ada yang bisa membantu,
saya akan teriak "MATI KUTU."
Otak tumpul......................................................
Ide null..............................................................
Salah siapa?
Saya yang menjiplak?
Atau kamu yang tidak bijak?
Tertangkap sudah.
Kenapa? Memangnya saya tidak bisa diasah?
Ini bukan kelakuan orang pasrah, tapi nasib sudah kepalang basah.
Lain waktu, jika lagi buntu, dan tak ada yang bisa membantu,
saya akan teriak "MATI KUTU."
serpihan:
emosi,
ide pasaran,
jeritan,
pikiran
Rabu, 18 Agustus 2010
SAMBAL PEDAS
Katanya nasionalis, tapi pakaian masih necis, kelakuan hedonis, termakan westernisasi. Situ kira eksis? Pakai otak kritis!
MARI BERPANTUN
Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian.
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kesepian.
Sambil menyelam minum air,
sampai di darat ingin buang air.
Malu bertanya sesat di jalan,
apa daya nasib sialan.
Bagai air di daun talas,
saya mahir setan alas!
Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kesepian.
Sambil menyelam minum air,
sampai di darat ingin buang air.
Malu bertanya sesat di jalan,
apa daya nasib sialan.
Bagai air di daun talas,
saya mahir setan alas!
Selasa, 17 Agustus 2010
Nostalgia
Pikiran menerawang, kembali ke masa perang.
Penjajah, dijajah, terjajah.
Dada busung,
melangkah gagah.
Pasung.
Marah.
Parang.
Darah.
Pisang?
Gajah?
Ah sudahlah.
Yang penting saya girang.
Penjajah, dijajah, terjajah.
Dada busung,
melangkah gagah.
Pasung.
Marah.
Parang.
Darah.
Pisang?
Gajah?
Ah sudahlah.
Yang penting saya girang.
BISIKAN KAUM MU
Sahabatku, dengarlah keluh kesah ku.
Disini duka, disini pun ku terluka.
Sahabatku, dengarkanlah rintihanku.
Kuharap kau jauh, agar lara ini tak pengaruh.
Sahabatku, genggamlah tanganku,
gapailah jemariku, hanya kau harapanku.
Sahabatku, peluklah diriku,
isyaratkan, hanya perhatian yang aku butuhkan.
Airmata ini, batinku ini,
luluh lantak, lelah tak kuasa.
Kepalaku ini, hatiku ini,
doaku tak berubah, namun apa yang kujamah?
Pagi terbit, ku bertekad.
Malam tiba, aku pun goyah.
Sudah, aku patah...
Jadi sahabatku, tolonglah aku!
Disini duka, disini pun ku terluka.
Sahabatku, dengarkanlah rintihanku.
Kuharap kau jauh, agar lara ini tak pengaruh.
Sahabatku, genggamlah tanganku,
gapailah jemariku, hanya kau harapanku.
Sahabatku, peluklah diriku,
isyaratkan, hanya perhatian yang aku butuhkan.
Airmata ini, batinku ini,
luluh lantak, lelah tak kuasa.
Kepalaku ini, hatiku ini,
doaku tak berubah, namun apa yang kujamah?
Pagi terbit, ku bertekad.
Malam tiba, aku pun goyah.
Sudah, aku patah...
Jadi sahabatku, tolonglah aku!
MERDEKA?!
Pagi hari, 17 Agustus 1945.
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
65 tahun yang lalu.
Hari ini dini hari, 17 Agustus 2010.
Merdeka Indonesia? Tergantung apa yang kita junjung.

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.
Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05
Atas nama bangsa Indonesia.
Soekarno/Hatta
65 tahun yang lalu.
Hari ini dini hari, 17 Agustus 2010.
Merdeka Indonesia? Tergantung apa yang kita junjung.

Sosialisme bung karno kah?

Ajaran sejarah peradaban dahulu kah?

Atau simbol garuda yang entah mengarah kemana?
Yang jelas saya sebagai warga negara Indonesia, yang mempunyai rasa nasionalis yang sangat minim, namun seiring bertambahnya umur mencoba belajar mengapresiasi bangsa diri.
Maka ini saya dedikasikan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Berantakan atau tidak saya tetap warga negara anda. Selamat!
Merdeka menurut kalian belum tentu merdeka menurut saya. Jadi apakah Indonesia benar-benar telah merdeka? Mari saatnya kita buktikan. Beraksi ke arah yang benar, lalu kita tahu bahwa Indonesia tidak akan pudar! MERDEKA?!

Ajaran sejarah peradaban dahulu kah?

Atau simbol garuda yang entah mengarah kemana?
Yang jelas saya sebagai warga negara Indonesia, yang mempunyai rasa nasionalis yang sangat minim, namun seiring bertambahnya umur mencoba belajar mengapresiasi bangsa diri.
Maka ini saya dedikasikan untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia. Berantakan atau tidak saya tetap warga negara anda. Selamat!
Merdeka menurut kalian belum tentu merdeka menurut saya. Jadi apakah Indonesia benar-benar telah merdeka? Mari saatnya kita buktikan. Beraksi ke arah yang benar, lalu kita tahu bahwa Indonesia tidak akan pudar! MERDEKA?!
serpihan:
gambar,
hari raya nasional,
Indonesia,
kemerdekaan,
pikiran
ABSTRAKSI JIWA
Kering belah.
Pecah kerontang.
Luluh tulang.
Banting lantak.
Hancur dunia.
Berantakan sudah.
Aku pun begitu.
Siapapun tak membantu.
Lidah busung.
dada kelu.
Maju pantang.
Mundur gentar.
Terperosok jurang raga
terpental nyali jiwa
kini sirna sudah
aku dan dunia.
Pecah kerontang.
Luluh tulang.
Banting lantak.
Hancur dunia.
Berantakan sudah.
Aku pun begitu.
Siapapun tak membantu.
Lidah busung.
dada kelu.
Maju pantang.
Mundur gentar.
Terperosok jurang raga
terpental nyali jiwa
kini sirna sudah
aku dan dunia.
LUAPAN API
Depan ringan hati, lalu belakang main hati.
Tumpah darah mau mati?
Merdekakan dulu jati diri, baru anggap suci!
Dengar saya, hormati saya, kemudian jaya.
Tumpah darah mau mati?
Merdekakan dulu jati diri, baru anggap suci!
Dengar saya, hormati saya, kemudian jaya.
PERKENALAN
tes tes ehm,
salam.
apa? siapa? kapan? dimana? mengapa? bagaimana?
semua catatan dari perasaan. saya, sebagai bahan. disini. ingin membenarkan diri. menulis.
jati diri?
tak perlu basa basi, nanti juga terisi.
bingung?
saya pun juga.
mari, silahkan dirasakan.
salam.
apa? siapa? kapan? dimana? mengapa? bagaimana?
semua catatan dari perasaan. saya, sebagai bahan. disini. ingin membenarkan diri. menulis.
jati diri?
tak perlu basa basi, nanti juga terisi.
bingung?
saya pun juga.
mari, silahkan dirasakan.
Langganan:
Komentar (Atom)